ss

Myspace Layouts & CommentsMyspace Layouts @ JellyMuffin.com

YANG _TERDALAM

Get More Songs & Codes at www.stafaband.info

Senin, 18 Agustus 2008

puisi-puisi aris

Puisi : Derita Hati

Sabtu, 26-Januari-2006 - oleh : Aris Yohanes Dibaca 1110 kali



Ah.. sudah-sudah
sudahlah semua derita ini kurasakan
Aku tak sanggup lagi

Haruskah ku akhiri hidupku
Supaya ketenangan melanda aku

Aku muak pada hari ini
Aku benci dia
Aku benci kau
Aku benci pada semua.

Ku persembahkan tinjuku untuk diriku
Ku teriakkan amarahku untuk diriku
Supaya tenanglah hatiku.

---

Puisi : Harapan

Minggu, 27-Januari-2006 - oleh : Aris Yohanes Dibaca 1191 kali



Aku bingung harus berkata apa
Tak ada lagi kata-kata indah dalam otakku
Semua telah sirna bagai kabut.

Dulu kaulah yang bangkitkan kata-kataku
Dulu kaulah yang semangati aku tuk cipta rayuan
Dulu kaulah juga yang buat aku bermimpi tentang hari esok.

Kini kau pergi entah kemana
Tinggalkan aku dalam kedukaan.

Adakah kau sekarang bahagia
Adakah sekarang kau ingat aku.

Sadarkah kau bahwa hatiku menjerit memanggil namamu
Sadarkah kau bahwa aku tak bisa lupakan kau
Sadarkah kau bahwa aku masih menunggumu kembali
Kembali kisini kedalam hati ini.

----

Puisi : Patah Hati

Selasa, 29-Januari-2006 - oleh : Aris Yohanes Dibaca 2316 kali



Pedih ku rasakan kini
Sepi-sepi mencekam jiwa
Berdiri aku dalam kehampaan jiwa tanpa batas
Merindu kasi yang telah pergi

Ku suruh benci ku melanda aku
Ku suruh hati ku tuk tenangkan diri
Ku suruh cinta ku pergi
Tapi semua sia-sia

Wahai kau sang dewi
Inikah yang namanya bahagia

Termenung aku dalam diam
Ratapi dia yang telah pergi

----

Puisi : Putus

Rabu, 20-Desember-2006 - oleh : aris yohanes Dibaca 1145 kali


Hemm.. Ternyata ini yang namanya cinta.
Manis sejenak pahit berkepanjangan.
Kalau begini rasanya, kenapa banyak insan yang terlena?

Hai sang cinta, kenapa kau beri kebohongan padaku?
Apa salahku kepadamu?
Brensek benar rupanya kau!
Kau beri aku madu, tapi juga kau siksa aku dengan racunmu.

Hai sang cinta, pernahkah olehmu terlintas sebuah belas kasih?
Tak tahukah kau betapa berat pengorbanan yang kulakukan untuk menyisihkan bayang-bayang yang telah kau lukis dalam hati dan ingatanku?
Sungguh kejam....

Bercanda ria aku dalam risau hatiku,
Tertawa aku dalam sakitku,
Mencari kesegaran aku dalam parau suaraku,
Memaafkan bayang itu dalam emosiku,
Itulah pengorbananku.

Hai cinta, kutahu kau anggap remeh semua pengorbananku itu, tapi coba fikirkan, ada berapa banyak insan manusia yang dapat memungkiri gejolak hati?
Fikirkan!!!

Hai cinta, kini tak ada bintang, tak ada rembulan dan tak ada matahari yang terangi hidup ini lagi.
Yang ada hanyalah hembusan angin gurun yang gugurkan dedaunan dan kegelapan serta kehampaan jiwa yang mewarnai hari-hariku.
Semua karena kau!!!

Aku bertanya pada hari ini,
Apakah masih akan ada dewi cinta esok hari.
Jika ada, apakah akan sama seperti ini ataukah akan ada bahagia yang akan mendekap erat hati ini.



Puisi: kecewa

Jika kata tak mampu lagi lukiskan rasa,
Apa yang harus ku lakukan?
Jiwaku luluh lantah oleh kobaran amarah,
Amarah yang datang karena kecewa.

Kucoba mengerti jalan hidup ini,
Sebuah misteri ilahi yang tak mampu aku menebaknya,
Namun semakin kucoba, semakin aku tak mengerti.

Ingin kubelai hati ini sendiri saja,
Biar tenanglah segala gundah.
Aku semakin hilang arah,
Kecewa telah merajai hidupku.

Andai dia tahu, andai dia mengerti,
Mungkin dia akan menyesal, atau mungkin pula dia akan tertawa,
Entahlah, aku muak!

Sekian lama aku menanti,
Sekian lama harap itu kusimpan dalam hati yang terdalam,
Sebuah harap untuk kau kan kembali menyambut detak kehidupan cinta ini,
Namun hanya dalam hitungan detik saja,
Kebenaran itu terungkaplah sudah,
Kasihan, adalah kunci kata yang telah menyayat hidupku dan hatiku.

Aku tak menyangka,
Begitu mudahnya, kata itu meluncur dengan lancarnya dari dia,
Dia yang ku cintai.

---

-----

Puisi: tanpa judul

Aku berdiri dalam keheningan,
Menanti kasih yang tlah berlalu,
Tinggalkan aku sendiri... di sini...
Bersama bintang malam dan rembulan,
Yang tiada lagi bersinar.

Kugenggam erat kenangan itu,
Sebuah kenangan yang kau tinggalkan untukku,
Yang menambah pedih laraku.

Bila kumampu putarkan sang waktu...
Kuingin kisah itu terulang,
Kisah yang membawa bahagia tanpa duka.

Tapi itu ialah semu,
Sesemu janjimu.
Janji yang tak pernah lagi kan jadi nyata,
Yang tlah kau bawa pergi dengan gembira.

Aku kecewa padamu!
Kecewa! kecewa! kecewa! dan ingin berlari...
Berlari mencari kesegaran hati,
Melupakan akan semua kenangan menyakitkan, yang kau tinggalkan untukku.

----

Puisi: mawar yang hilang

Kulangkahkan kakiku menelusuri kebun bunga yang terhampar luas disekitarku,
Kumbang-kumbang beterbangan mencari setitik madu.
Bunga-bunga itu tampak merekah indah, menggoda siapa saja yang memandangnya.

Aku berkelok menuju jajaran mawar,
Kuamati satupersatu bunga-bunga itu,
Kunikmati aromanya, sejuk segar terasa dalam deru nafasku.

Ada begitu banyak mawar merah dan indah,
Mengoda aku tuk memetiknya,
Namun tak jua kulakukan.

Kucari mawar yang terindah yang pernah kulihat,
Namun aku terkejut,
Ia tak lagi ada di sini,
Di jajaran mawar ini.

Kuhisap dalam-dalam udara kosong, harumnya bunga tak lagi sedap bagiku.
Aku sedih, aku kecewa,
Mengapa mawar itu telah tiada lagi di sini.
Siapakah yang telah mengambilnya, siapakah yang telah merebut kesayanganku.

Seekor kumbang berdesir dekat telingaku lalu hinggap pada sebuah mawar.
Dalam sekejap, sungutnya menghisap dengan rakus bunga itu, lalu bunga itu tak lagi segar.

Kutinggalkan saja bunga-bunga itu beserta para kumbang,
Aku bosan pada mereka,
Aku lelah memikirkan mawar yang hilang.

Oh,, mawar terindah,
Kau pernah hiasi hatiku yang rapuh,
Tapi kini kau pergi...
Pergi... dan tak akan kembali.

Oh mawar terindah, bilamanakah kan kudapat penggantimu...
Yang kan kujaga dan ku rawat dengan baik, tiada sedetikpun kan tersia,
Supaya berkembang banyaklah dia,
Yang membuat indah alamku.

Oh mawar terindah,
Bilamanakah juga aku dapat menerima dan merelakan dirimu,
Supaya tenang dan bahagialah dirimu dan diriku.

----

puisi: hati

Kenyataan itu pahit, sungguh amat pahit.
Aku dijebak dalam kesakitan
Sakit yang teramat sakit.
Tak sanggup aku menahannya, ingin kulari.. teriak.. memecahkan semua di sekitarku.
Tapi... sakit ini, membuatku sungguh tak berdaya.

Kenyataan itu kejam! sungguh amat kejam...
Aku terjebak dalam sedih.
Sedih yang tak berujung.
Mengapa oh mengapa... Sedih ini datang... Menghantui hidupku.. Membuatku semakin jatuh.
Oh sang sedih, biarlah engkau lari pergi dari hati dan jiwaku. Tinggalkan aku dengan sisa-sisa bungaku dan kekuatanku.
Demikian harapan itu datang, datang dari hati yang terdalam.
Hati yang bersih, yang tak tersentuh oleh keramaian badai.
Namun demikian sedih dan sakit itu teramat kuat.. Yang telah meracuni perasaan dan jiwaku.
Maka hati bersih itupun tak kuasa mengobati.
Aku butuh obat... Obat yang sanggup menyembuhkan luka lara.

Tidak ada komentar: